Lama Tak Tulis
Bunga-bunga di musim semi sudah mekar, dan semoga Anda bertambah sehat dan sejahtera.
Tidak terasa sekarang sudah masuk bulan April, musim baru di sini. Lulusan sekolah mulai masuk ke tempat kerja baru mereka; anak-anak kembali bersekolah; dan kampus akan ramai kembali.
Saya melakukan tiga perjalanan semenjak tulisan saya yang terakhir. Ke Manila di bulan Januari, pulang ke Jakarta menengok keluarga di bulan Februari, dan ke Paris di bulan Maret. Di Manila saya praktis tidak ke mana-mana. Tiba di bandara langsung ke hotel; keesokan harinya langsung menghadiri rapat yang bertempat di hotel yang sama hingga saya pulang empat hari kemudian. Yang paling saya nikmati di luar pekerjaan pada saat-saat seperti ini tentu makan malam dan ke kedai kopi. Hari pertama kami makan dengan menu utama makanan laut, dan saya mencoba sedikit steak ikan marlin (yang ternyata disebutkan berbahaya bagi kesehatan). Hari kedua dan ketiga ada acara sosial pada jam makan malam. Setelah acara sosial, saya pergi ngopi bersama teman-teman dari ITB di Seattle’s Best. Starbucks ada di mana-mana di sini, jadi pilih yang lain dong. Sepertinya kami yang paling ribut di kedai itu, hehe.
Pulang ke Jakarta setelah banjir besar. Jalan-jalan di Jakarta standar-standar saja: PIM, Citos, Carrefour, ditambah ke Mal Ambasador naik busway. Naik busway koridor 6 sih cepat saja, dari Ragunan ke Depkes butuh waktu sekitar 25 menit. Tetapi sempat menunggu lebih dari 20 menit waktu pulang. Seperti biasa, kembali dari Jakarta selalu bawa stok makanan.
Ke Paris bulan Maret adalah yang pertama buatku. Saya beruntung karena selama di sana cuaca hampir selalu cerah; hanya sempat hujan tipis sebentar saja. Suhu pun cukup bersahabat; mirip di Tokyo. Jadi siang cukup menggunakan baju lengan panjang yang agak tebal, dan baru perlu pake jaket saat matahari tidak tinggi dan malam hari. Hari Jumat saya jalan-jalan keliling Paris. Pagi hari langsung berangkat menuju Notre Dame, Arch de Triomphe, dan Moulin Rouge. Setelah sholat Jumat, masuk ke Museum Louvre. Banyak sekali orang yang melihat lukisan Monalisa yang terkenal itu. Saya hanya lihat sebentar karena tujuan utamaku bukan melihat Monalisa, tetapi melihat mumi.
Mesjid Paris penuh sesak saat sholat Jumat. Kebanyakan adalah orang Afrika utara, turki, dan arab. Terlihat juga beberapa orang bule. Yang perlu menjadi pelajaran untuk mesjid-mesjid di Indonesia adalah keran untuk wudhu. Mesjid ini menggunakan keran model ditekan untuk mengalirkan air dan beberapa saat kemudian air otomatis berhenti mengalir. Jadi hemat air. Kita orang Indonesia sudah sangat terbiasa boros air saat wudhu, padahal semestinya tidak demikian.
Demikian sedikit cerita perjalanan dalam tiga bulan terakhir.
Semoga di musim semi ini kesuksesan Anda bertambah.








Saya mencoba Wiimote di Windows XP hari ini. Kesimpulan sementara saya, agak sulit untuk menggunakan Wiimote (tanpa Sensor Bar) sebagai pengganti mouse guna membaca situs-situs web di Internet karena sulit menempatkan pointer dengan tepat serta terasa kurang lincah. Lalu saya menggambar di MS Paint menggunakan Wiimote, yang hasilnya dapat di lihat di gambar. Gerakan-gerakannya memang terlihat kaku. Mouse jauh lebih lincah dan presisi.
