Sunrise above the Pacific OceanFruit WafflePancakePlaying ChessBridge No 2Temaram Lampu di Taman

Archive for November, 2006

Siaran Televisi 1seg

Seperti inilah gambar siaran 1seg (baca: wansegu), yaitu siaran televisi digital untuk perangkat bergerak. Siaran televisi digital ini mengirimkan tidak hanya gambar dan suara (dua bahasa), tetapi juga teks subtitel. Saya menonton siaran 1seg di laptop menggunakan sebuah perangkat penerima berantarmuka USB yang memiliki berat 12 gram. Perangkat lunak yang saya gunakan juga dapat merekam siaran, tetapi rekaman itu hanya bisa diputar ulang di komputer yang merekam, mengingat urusan DRM.
Spesifikasi siaran 1seg adalah:

  • Format siaran: ISDB-T
  • Ukuran gambar: 320 x 180 pixel
  • Format gambar: H.264 (MPEG4-AVC) baseline
  • Kecepatan gambar: 15 fps
  • Kecepatan data: 416 kbps

siaran 1seg

Comments (2)

Perihal Kaus Kaki

Kaus kaki biruKita semua tentu tahu orang Jepang melepas sepatu di rumah. Kalau masuk rumah, mereka mengganti alas kaki dari sepatu menjadi sendal. Kebiasaan melepas sepatu di dalam rumah pun biasa bagi orang Indonesia. Saya malah sering bertelanjang kaki di rumah. Akibatnya harus sering-sering cuci kaki, apalagi sebelum tidur.

Orang Jepang memiliki adat umum untuk melepas sepatu dan menggunakan sendal di dalam ruangan, kecuali ruangan itu berlantaikan marmer atau keramik. Di tempat kerja saya pun begitu. Sepatu dilepas, tetapi kaus kaki tetap digunakan; tidak peduli musim dingin atau musim panas. Kaki tidak sepantasnya telanjang. Saya pernah menemani rekan kerja saya yang orang Jepang untuk makan siang bersama orang Jepang lain di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Salah seorang berkata, “Waduh, saya tidak pakai stocking!” Yang lain lalu mengatakan, “Wah saya juga.” “Gimana dong nih?” kata yang pertama, “Ya sudah lah… mudah-mudahan mereka engga perhatikan.”

Adanya kebiasaan ini berarti kita harus menjaga agar kaus kaki yang kita kenakan tidak kotor, tidak bau, dan tidak robek. Apalagi kalau kita bertamu ke kantor atau ke rumah orang lain. Saat kita melepas sepatu dan menggunakan sendal yang disediakan si tuan rumah, besar kemungkinan si tuan rumah ada di dekat kita. Dan bisa jadi Ia memperhatikan kaus kaki kita. Bayangkan kalau kaus kaki kita kotor atau robek. Apalagi kalau bau! Seorang Prancis yang magang selama dua bulan di kantor saya mengatakan setiap hari Ia harus selalu memperhatikan socks integrity yang akan Ia kenakan. Tampaknya ini adalah gegar budaya bagi dirinya.

Kaus kaki bukanlah barang mahal (kecuali bila anda suka barang bermerek, tentunya). Saya biasa membeli kaus kaki yang murah saja: seribu Yen untuk tiga pasang atau empat pasang. Yang penting adalah agar kaus kaki yang saya kenakan tidak menjadi sumber perhatian orang.

Di Jepang, menjaga socks integrity lebih penting daripada menjaga underwear integrity. Lha, menjaga integritas pribadi bagaimana dong?

Comments (5)

HTTP/1.1 301

Situs Web Tak Resmi ini berpindah alamat ke http://husni.2.0.web.id/. Harap maklum atas pemindahan alamat ini, berhubung situs web ini tak resmi.

Terima kasih atas perhatian saudara-saudara.

Comments (9)