Orang-orang kaya di dunia sekarang punya cara baru untuk menghabiskan uang mereka, yakni dengan melakukan perjalanan ke luar angkasa. Biayanya mulai dari 20 juta dolar Amerika saja. Sepertinya menarik juga kalau perusahaan perjalanan antariksa bergabung dalam mileage program perusahaan penerbangan. Dengan ongkos 20 juta dolar untuk sepekan di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS), si penumpang akan mengorbit bumi sekitar 110 kali, yang berarti melakukan penerbangan sekitar 2,8 juta mil. Sebagai perbandingan, penerbangan Tokyo-Jakarta pp. berjarak sekitar tujuh ribu mil. Jadi, perjalanan ke ISS setara dengan kurang lebih 400 kali terbang antara Tokyo-Jakarta pp, atau kurang lebih 5600 jam terbang.
Mileage sebanyak 2,8 juta mil tersebut dapat ditukar menjadi sekitar 30 penerbangan gratis Tokyo-Jakarta pp menggunakan Kelas Satu. Biaya untuk kursi di kelas satu penerbangan ini adalah sekitar delapan ribu dolar Amerika. Jadi dengan demikian, membayar sekitar 250 ribu dolar Amerika kepada maskapai penerbangan agar si penumpang dapat memperoleh mileage dari perjalanan ke ISS sudah akan menutupi biaya penerbangan gratis tersebut, dan ini hanya 1,25 persen dari nilai yang dibayar penumpang perjalanan antariksa; sebuah nilai yang kecil. Apalagi bila melihat kemungkinan nilai promosi dari kemitraan tersebut, bagi perusahaan perjalanan antariksa maupun bagi perusahaan penerbangan. Jadi, mengapa tidak mencoba bermitra dalam program milage?