Sunrise above the Pacific OceanFruit WafflePancakePlaying ChessBridge No 2Temaram Lampu di Taman

Archive for February, 2006

Tidak Boleh Memperhatikan Petugas Keamanan?

Apa yang terlintas di kepala para petugas keamanan bila kita memperhatikan mereka? Apakah mereka dilatih untuk mencurigai setiap orang yang memperhatikan mereka? Saya punya pengalaman memperhatikan petugas keamanan dan dua kali berakhir dengan mereka “melaksanakan tugas” mereka pada saya. Minggu sore tadi dengan seorang petugas polisi di Shibuya, dan tahun lalu dengan satpam di Bandara Cengkareng.

Sore tadi saat keluar dari stasiun Shibuya saya melihat dua orang petugas polisi berdiri berdampingan di dekat pintu masuk Tokyu Departmen Store. Saya sering ke Shibuya, tetapi baru sekali ini saya melihat polisi berdiri di sana. Saya pun memperhatikan salah seorang dari mereka karena heran. Sekitar satu menit kemudian, kira-kira 50 meter dari tempat saya melihat mereka, tiba-tiba ada yang menepuk bahu kiriku. Ternyata petugas polisi yang tadi saya perhatikan! Rupanya ia mengikutiku, dan barangkali telah memanggil-manggilku. Tentu saja saya tidak mendengar, karena saya mengenakan headphone dan mendengar suara dari mp3 player.

Si petugas polisi memulai pembicaraan dengan mengatakan hati-hati kalau menaruh barang di kantong luar ransel, bisa-bisa diambil orang. Dia mengikutiku hanya untuk bilang itu?? Begitu pikirku. Saya bilang itu sampah. Kotak kosong susu kopi yang saya minum di kereta memang saya taruh di situ karena belum menemukan tempat sampah. Dia pun kemudian menanyakan, “Mau ke mana?” Saya jawab, “Ke NHK.” “Jalan kaki ke sana?” “Iya,” jawabku. Saya heran untuk apa dia bertanya-tanya seperti itu. Lalu dia bertanya, “Bawa kartu identitas?” Saya pun bereaksi, “Heh?” Tetapi tangan kiri sudah siap di kantong memegang dompet kalau-kalau memang perlu mengeluarkan kartu itu. Orang asing yang tinggal di Jepang memang harus terus membawa Alien Registration Card. Tampaknya lagakku berhasil. Memang dia tidak punya alasan bertanya-tanya seperti itu. Terakhir dia bertanya, “Tadi datang dari mana?” Saya jawab, “Dari Yokohama.” Setelah itu dia pun berbalik dan sepertinya kembali ke tempat dia berdiri.

Pengalaman sebelumnya adalah di gerbang keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta bulan September tahun lalu. Setelah melewati pemeriksaan sinar-X di gerbang keberangkatan, ternyata ada seorang petugas lagi yang berdiri di belakang meja persis sebelum pos pemeriksaan boarding pass. Belum pernah saya melihat ada petugas ditempatkan di sana, dan saya menduga bahwa ia bertugas membuka tas orang secara acak. Saya memperhatikan petugas itu dan melihat langsung ke matanya saat menuju pos pemeriksaan boarding pass. Hasilnya, ia menyuruh saya membuka tas dan kemudian ia memeriksanya.

Pengalaman ini membuat saya berpurbasangka bahwa petugas keamanan tidak suka diperhatikan. Mereka punya tugas mengawasi orang lain, tetapi tidak suka diperhatikan. Apakah mereka dilatih untuk mencurigai orang-orang yang memperhatikan mereka? Ataukah mereka merasa dilecehkan bila kita, orang-orang yang seharusnya mereka awasi, balik memperhatikan mereka, sehingga mereka merasa perlu menunjukkan siapa yang punya wewenang? Atau mereka jadi ge-er? Saya tidak tahu. Namanya juga purbasangka. Tetapi pelajaran dari dua pengalaman ini adalah cuekin aja petugas keamanan selama mereka tidak bertingkah aneh.

Comments (6)