Turunkan Harga Big Mac
Kita semua tinggal menunggu harga BBM akan dinaikkan pemerintah 1 Oktober nanti. Saya setuju dengan kenaikan harga BBM tersebut karena saya sepakat dengan pendapat bahwa era minyak murah tampaknya sudah akan berakhir. Subsidi harga minyak akan terus membayangi APBN yang sudah sarat dengan beban pembayaran utang sehingga mengurangi, atau bahkan mencabut, subsidi BBM adalah langkah yang logis. Tetapi apakah mengurangi subsidi BBM, yang berarti harga BBM naik, akan menyelesaikan banyak persoalan yang terkait dengan APBN? Inilah yang hendak digugat oleh penaindonesia/bbm.
Memikirkan kenaikan BBM yang sudah di depan mata, saya ingat komentar seorang teman asal Thailand saat kami ke Indonesia tahun lalu: “Dunkin Donuts dan MacDonalds di Indonesia lebih mahal daripada di Thailand!” Seingat saya, harga kopi di Starbucks Thailand pun lebih murah daripada di Indonesia. Tahun lalu saat ke Filipina, saya sempat berkomentar ke Affan bahwa harga kopi Starbucks Filipina juga lebih murah. Affan malah menemukan harga sendal jepit di Filipina lebih murah daripada yang dia tahu di Indonesia. Contoh-contoh ini mungkin mewakili kenyataan umum bahwa harga barang di Indonesia lebih mahal daripada di kedua negara itu.
Harga BBM di kedua negara tersebut lebih mahal daripada di Indonesia (lihat data survei GTZ), tetapi harga barang di kedua negara itu cenderung lebih murah daripada di Indonesia. Bandingkan saja harga BBM di negara-negara ASEAN dengan Indeks Big Mac yang diterbitkan The Economist. Kesimpulan paling jelas dari membandingkan kedua data tersebut adalah ekonomi Indonesia tidak efisien. Kesimpulan ini lah yang sering sekali kita dengar, dan saya pikir inilah alasan utama para penentang pencabutan subsidi BBM. Pencabutan subsidi BBM tanpa membenahi aspek penegakan hukum, memberantas korupsi, mengatasi kebocoran anggaran, dan semacamnya, hanya akan lebih menurunkan standar hidup rakyat Indonesia. Daya saing negara kita di percaturan internasional pun semakin tak bisa diharapkan. Pemerintah boleh naikkan harga BBM, tapi turunkan dong harga Big Mac!







