Sunrise above the Pacific OceanFruit WafflePancakePlaying ChessBridge No 2Temaram Lampu di Taman

Archive for August, 2005

Akankah ada Anne Ahira v2.0?

Hari ini saya mendapat kabar bahwa Financial Freedom Society, Inc. menghentikan keanggotaan bagi penduduk di luar Amerika Serikat. Setelah saya cek ke situs web FFSI, tampaknya berita ini benar. Tidak ada lagi jenis keanggotaan bagi penduduk di luar negara tempat berkedudukan FFSI tersebut.

Saya berpikir bahwa penutupan ini tentu membuat syok anggota Elite Team yang dipimpin oleh Anne Ahira, mengingat penghasilan mereka berasal dari komisi uang keanggotaan downline yang mereka rekrut. Bagaimana jika ada anggota ET yang merasa tertipu karena “modal” yang mereka tanam dalam bentuk uang keanggotaan FFSI lenyap begitu saja? Apakah mereka bisa menuntut FFSI? Tampaknya tidak bisa, karena FFSI berhak menghentikan keanggotaan seseorang secara sepihak. Saya juga memandang bahwa mereka tidak dapat menuntut Anne Ahira. Anne Ahira tidak memiliki kewajiban hukum terhadap anggota ET karena setiap anggota ET adalah representative FFSI dan tidak ada kontrak hukum antara seorang representative dengan representative yang Ia rekrut. Kontrak hukum yang ada hanyalah antara seorang representative dengan FFSI, yaitu dalam bentuk FFSI Representative Agreement.

Internet Marketing dengan tokoh Anne Ahira mungkin akan segera berakhir dengan langkah terbaru FFSI ini. Akankah ada Anne Ahira v2.0, yaitu Anne Ahira yang tampil dengan Internet Marketing yang tidak melakukan praktik skema piramida? Bila ada, tentu bagus. Tetapi bila tetap saja melakukan praktik skema piramida, saya mau ikut Aksi Prihatin lagi.

Catatan Tambahan: Anne Ahira sudah mengumumkan hal ini di diarinya.

Comments (4)

Gempa

Siang kemarin ada gempa lagi. Ini adalah gempa kedua dalam 30 hari terakhir. Tanggal 23 Juli lalu terjadi gempa yang pusatnya berada di sekitar Tokyo. Gempa hari ini berpusat di lepas pantai Propinsi Miyagi, Jepang timur laut, dan berkekuatan 7.2 M. Gempa ini setara dengan Gempa Besar Hanshin yang menghantam Kobe tahun 1995.

Saat gempa mulai terasa saya masih duduk di tempat kerja. Sepuluh… dua puluh detik… gempa bertambah besar. Kusempatkan kirim imel ke milis id-gmail. Lampu-lampu pun mulai bergoyang semakin keras. Waktu terasa berjalan lamban. Gempa akhirnya berhenti dua-tiga puluh detik kemudian. Semua ini mengingatkan pada gempa 23 Juli, yang membuat kakiku terasa agak lemas. Syok karena gempa saat itu adalah gempa paling besar yang pernah saya rasakan. Maklum saja, itu adalah gempa terbesar yang menimpa kawasan Tokyo dan sekitarnya dalam 13 tahun.

Perutku agak mual, dan di tambah lagi rasa lapar karena memang sudah waktunya jam makan siang. Saat pergi ke kafetaria terdengar pengumuman dari pemerintah kota Fujisawa bahwa telah terjadi gempa. Inilah pertama kalinya saya mendengar pengumuman seperti itu. Barangkali para penduduk akan diminta untuk menuju tempat-tempat evakuasi bila terjadi gempa yang lebih besar.

Orang-orang di kafetaria tampak menikmati makan siang mereka. Tidak tampak tanda-tanda bahwa beberapa menit sebelumnya terjadi gempa. Sambil makan saya mencoba menggunakan ponsel untuk menghubungi nomor telepon rumah. Terdengar nada sambung! Berarti jaringan ponsel masih bisa digunakan.

Bagaimana bila jaringan ponsel berhenti bekerja selama beberapa waktu seperti yang terjadi saat gempa 23 Juli lalu? Bagaimana bila kereta berhenti? Jalan-jalan terputus? Saya tampaknya masih belum siap menghadapi hal-hal demikian. Mudah-mudahan gempa besar tidak terulang lagi dalam waktu dekat.

Comments (4)

Internet yang Sedikit Seperti Sedia Kala

Beberapa bulan lalu saya sedikit terkejut ketika seorang junior di labku tidak berpengalaman mengakses Internet menggunakan dial-up. Bila dipikir-pikir, tidak mengherankan juga. Dia lulus SMA tahun 2000, sementara revolusi broadband di Jepang mulai terjadi tahun 2001 setelah pemerintah menderegulasi bidang telekomunikasi. Saya masih menggunakan akses dial-up pada tahun 2000, dan beralih ke ADSL pada tahun 2001, saat akses tersebut mulai tersedia.

Tadi, seorang teman asal Indonesia mengatakan tidak mengetahui adanya buku-buku direktori Internet. Kalau tidak salah dia baru mengenal Internet menjelang tahun 2000, dan saat itu buku direktori Internet sudah menjadi usang berkat teknologi mesin pencari. Buku direktori Internet adalah buku referensi yang berisi daftar situs web, gopher, news server, alamat mailing list, dsb. untuk memudahkan kita mengakses informasi yang ada di Internet.

The Whole Internet User's Guide & Catalog

Saya pikir buku direktori Internet cukuplah mewakili wajah Internet saat itu; yang barangkali menurut istilah Roy Suryo adalah Internet yang sedia kala. Buku-buku ini mulai muncul pada awal dekade 1990, dan menjadi acuan awal bagi banyak orang untuk mengakses Internet. Microsoft pun turut menerbitkan Microsoft Bookshelf Internet Directory (ISBN: 1556159471) di tahun 1996. Akhir dari buku-buku direktori Internet mulai tampak dengan munculnya mesin-mesin pencari, seperti Yahoo!, Altavista, dan beberapa situs lain. Masih ada beberapa buku direktori Internet yang terbit di tahun 1998, tetapi inilah akhir dari era buku direktori Internet. Awal sebuah era baru muncul di tahun tersebut, yaitu era Google.

Catatan:

  1. Buku The Whole Internet User’s Guide & Catalog terbitan tahun 1995 sempat menjadi rujukan saya di saat-saat awal berkenalan dengan Internet.
  2. Budi Rahardjo dulu memelihara situs yang mendaftar mailing list Indonesia. Salah satu tanda tuanya halaman tersebut adalah adanya ikon Linkexchange.

Comments (7)